Juli 2022, saat terjebak hujan menuju perjalanan pulang, kami saling mengenal untuk pertama kalinya.
Siapa sangka, pertemuan itu menjadi jalan menuju jodoh?
Kami hanya berusaha menjadi baik bagi setiap orang yang kami temui, tentu dengan segala ketidaksempurnaan kebaikan kami. Dari kebaikan kecil yang sederhana, tanpa kami sadari tumbuh rasa nyaman dan kagum.
Tiap kisah memiliki warnanya sendiri. Namun, di setiap ujian itu, kami menyadari bahwa kami saling membutuhkan dan melengkapi.
Setelah 2 tahun lebih saling mengenal, kami mulai melangkah ke jenjang yang lebih serius.
Awal 2025, kami saling memperkenalkan pada orang tua masing-masing dan membahas untuk menuju pernikahan.
Dengan izin dan ridha Allah, ditetapkanlah hari terbaik untuk menyempurnakan separuh agama kami, yaitu 21 September 2025.
Hari itu, InsyaAllah, menjadi awal perjalanan baru kami dalam ikatan suci pernikahan.
Sejatinya, pernikahan bukan tentang menemukan seseorang yang sempurna, tetapi saling menyempurnakan dalam perjalanan menuju Allah SWT.
Among the eighth billion people on earth, our hearts have found their way to each other. Not to seek perfection, but to walk hand in hand, to complete each other in our imperfections.